Setiap Pixel Berarti
Pertanian

7 Faktor Budidaya Bawang Merah Lebih Maksimal Hasilnya

Faktor Budidaya Bawang Merah – Bawang Merah adalah salah satu komoditas pertanian yang tidak sepi peminat karena merupakan salah satu bumbu masak utama. Karenanya, bawang merah juga menjadi salah satu bahan pokok yang banyak dibeli oleh masyarakat. Karenanya membudidayakan bawang merah menjadi salah satu budidaya pertanian yang menggiurkan.

Faktor Keberhasilan Budidaya Bawang Merah

Akan tetapi ada beberapa faktor yang harus Anda perhatikan bila ingin membudidayakan bawang merah. Hal ini penting karena akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman bawang merah. Bila Anda ingin membudidayakan bawang merah, berikut adalah 7 faktor utama yang harus diperhatikan agar budidaya mendapatkan hasil maksimal :

1. Syarat Tumbuh Tanaman Bawang Merah

Umumnya tanaman bawang merah dapat dibudidayakan pada musim kemarau maupun hujan. Akan tetapi hal ini juga dipengaruhi oleh varietas bawang merah itu sendiri yang akan ditanam. Secara umum syarat tumbuh tanaman bawang merah sama halnya dengan komoditas pertanian lainnya. Berikut beberapa syarat tumbuh tanaman bawang merah :

  • Suhu udara yang dibutuhkan agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal adalah sekitar 25-32oC. Pertumbuhan tanaman tidak akan optimal bila suhu udara jauh diatas atau dibawah angka tersebut.
  • Kelembaban udara yang optimal untuk membudidayakan bawang merah adalah antara 50-70%. Sama halnya dengan suhu, bila kelembaban udara nilainya jauh dari angka tersebut maka pertumbuhannya tidak akan optimal.
  • Penyinaran cahaya matahari yang dibutuhkan tanaman bawang merah adalah sekitar 70%, jadi pastikan lokasi tanam mempunyai penyinaran yang baik. Sebab hal ini berkaitan erat dengan kelembabannya.
  • Ketinggian tempat sendiri tidak terlalu menjadi masalah dalam budidaya bawang merah. Sebab bawang merah dapat tumbuh di dataran dengan ketinggian 0-1.000 mdpl.
  • Jenis tanah alluvial dengan pH 5,6-6,5 sangat baik untuk tanaman bawang merah. Sebab tanah ini memiliki tingkat kesuburan yang baik, gembur serta porositas tinggi.

2. Benih bawang merah

Benih yang digunakan dalam budidaya bawang merah sendiri cukup beragam, Anda dapat memilih mulai dari benih lokal hingga hibrida impor. Bentuk benih sendiri dapat dipilih mulai dari biji hingga yang sudah berumbi. Namun kebanyakan petani di daerah yang menjadi sentra bawang merah menggunakan benih berupa umbi.

Untuk daerah dataran rendah sebaiknya menggunakan umbi yang dipanen tua atau telah lebih dari 80 hari umurnya. Sedangkan untuk daerah di dataran tinggi disarankan untuk menggunakan benih yang telah berumur 100 hari. Pastikan pula benih juga telah disimpan selama 2-3 bulan hingga berukuran 1,5-2 cm dengan bentuk yang bagus, warnanya merah tua mengkilap dan tidak cacat.

Sedangkan untuk kebutuhan benih sendiri juga dipengaruhi oleh varietas, jarak tanam dan ukurannya. Apabila menggunakan jarak tanam 20×20 yang umbinya berbobot 5 gram maka tiap hektar lahan membutuhkan sekitar 1,4 ton. Sedangkan bila menggunakan jarak tanam 15×15 membutuhkan 2,4 ton bibit per hektar lahan. Namun apabila umbi mempunyai bobot yang lebih kecil maka kebutuhan benih ini akan lebih sedikit lagi.

3. Pengolahan tanah

Lahan budidaya bawang merah juga harus dibuat bedengan dengan lebar 1-1,2 meter dengan tinggi 20-30 cm dan lebar menyesuaikan dengan lahan. Antar bedengan sendiri diberi jarak sekitar 50 cm dan dibuatkan parit dengan kedalaman 50 cm. Gemburkan tanah lahan dengan mencangkulnya hingga sedalam 20 cm dan pastikan permukaannya rata serta tidak melengkung.

Apabila tanah lahan mempunyai pH yang kurang dari 5,6 pH atau bersifat asam maka lakukan pengapuran lahan. Pengapuran dilakukan menggunakan kapur atau dolomint sebanyak 1-1,5 ton untuk setiap hektarnya. Pengapuran setidaknya dilakukan 2 minggu sebelum penanaman, serta tambahkan pupuk dasar seperti trichokompos.

Pupuk dasar ini ditambahkan dengan cara disebar pada tanah bedengan kemudian diaduk dengan tanah hingga merata. Selain itu bisa ditambahkan pula pupuk urea, ZA, SP-36 maupun KCL (47, 100, 311, dan 56 kg) untuk tiap hektarnya. Diamkan lahan selama 1 minggu sebelum benih ditanam pada lahan budidaya.

4. Penanaman Benih

Benih atau umbi bawang merah yang telah siap tanam dipersiapkan lebih dahulu, apabila umurnya kurang dari 2 bulan maka lakukan pemogesan lebih dulu. Pemogesan sendiri adalah memotong bagian ujung umbi sepanjang kurang lebih 0,5 cm, tujuannya untuk memecahkan masa dorman sekaligus mempercepat pertumbuhannya.

Penanaman benih yang dilakukan pada musim kemarau sebaiknya dipadatkan hingga 15×15 cm. Berbeda dengan musim penghujan, pada masa ini benih dapat ditanam dengan jarak 20×20 cm. Cara penanamannya sendiri adalah dengan membenamkan seluruh bagian umbi ke dalam tanah bedengan.

5. Perawatan Budidaya Bawang Merah

Perawatan tanaman bawang merah yang pertama adalah dengan rutin melakukan penyiraman. Penyiraman sendiri dapat dilakukan pada pagi dan sore hari atau 2 kali sehari. Penyiraman dilakukan secara rutin hingga tanaman berumur 10 hari, setelah itu kita dapat menyiramnya cukup 1 kali sehari.

Setelah tanaman berumur paling tidak 2 minggu maka dapat dilakukan pemupukan lanjutan. Pupuk yang umum digunakan adalah seperti urea, KCL dan ZA dengan komposisi masing-masing 93 kg, 112 kg dan 200 kg. Komposisi ini diberikan untuk setiap hektar lahan. Selanjutnya pemupukan juga dilakukan pada minggu kelima menggunakan pupuk yang sama dengan komposisi 47 : 56 : 100 kg. Pemberian pupuk dilakukan dengan memberikan garitan disamping tanaman bawang merah.

Dalam satu musim tanam juga lakukan penyiangan gulma setidaknya 2 kali. Umumnya penyiangan dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan untuk menghemat tenaga sekaligus biaya. Akan tetapi hal ini juga melihat kondisi serangan gulma, apabila sudah menghebat maka segera lakukan penyiangan gulma.

6. Pengendalian hama dan penyakit

Tanaman bawang merah budidaya sendiri cukup banyak terserang jenis hama maupun penyakit. Dibanyak sentra pembudidayaan bawang merah, hama yang banyak menyerang adalah hama ulat dan penyakit adalah penyakit layu. Apabila daun terlihat memiliki bercak putih serta tanda gigitan ulat maka itu tandanya tanaman terserang hama ulat.

Apabila hama ulat tidak terlalau banyak maka bisa dibasmi dengan memungutnya secara manual, pungut ulat beserta telurnya kemudian musnahkan. Bila jumlahnya sudah sedikit lebih banyak dapat menggunakan perangkap feromon sex sebanyak 40 buah untuk setiap hektarnya. Namun apabila kerusakan perrumpun daun sudah lebih dari 5% maka lakukan penyemprotan insektisida yang mengandung bahan aktif klorfirifos.

Sedangkan penyakit layu sendiri disebabkan oleh cendawan, tanaman sendiri akan menunjukkan gejala menguning pada daunnya serta terpilin. Hal ini bila dibiarkan maka pangkal batang akan membusuk. Bila hal ini terjadi maka segera cabut tanaman tersebut kemudian bakar agar tidak menularkan ke tanaman lainnya. Untuk menghindarinya lakukan penyemprotan menggunakan trichoderma cair setiap minggunya.

Selain itu penyakit embun pagi juga kerap menyerang tanaman bawang merah. Untuk menghindarinya lakukan pengontrolan tanaman setiap pagi khususnya ketika malam harinya turun hujan serta kelembaban udaranya tinggi. Hal ini berpotensi menimbulkan embun yang dapat menempel pada daun tanaman dan dapat mendatangkan berbagai penyakit seperti cendawan bulu halus. Bersihkan embun dengan disemprot air atau diusap dengan daun pisang, setelah itu lakukan penyemprotan menggunakan trichoderma cair.

7. Panen budidaya bawang merah

Tanaman bawang merah yang sudah siap panen apabila daun sudah mulai rebah antara 60-70% atau dapat dilakukan dengan memeriksa umbi secara acak. Apabila akan dilakukan pembenihan maka tingkat kerebahan ini harus lebih tinggi lagi yaitu harus mencapai lebih dari 90%.

Umumnya antara 55-70 hari dari masa tanam, bawang merah sudah dapat dipanen, hasil panen sangat dipengaruhi oleh varietas bawang merang, iklim dan cuaca, serta kondisi lahan. Setelah dipanen, umbi harus dikeringkan lebih dulu selama 7-14 hari dan dilakukan pembalikan setiap 2-3 hari. Apabila kadar air bawang merah telah mencapai sekitar 85% maka bawang merah siap disimpan dan dijual.

Itulah beberapa panduan dalam memaksimalkan tanaman bawang merah, dengan hasil yang bagus pastikan untuk memilih cara tepat untuk bertani bawang merah.

Salah satunya dengan memahami cara menanam bawang merah dengan kualitas organik dan anda bisa mempratekkan sekarang juga.